Tue. May 11th, 2021

Kesepakatan didapatkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (5/10).

Pemakaian dana hasil rights issue step ke-2 ini, beberapa untuk investasi di infrastruktur tehnologi info.

“Semenjak Covid-19, kami melihat akselerasi adopsi tehnologi dalam penyukupan kebutuhan hidup setiap hari.

Tambahan modal diperlukan supaya perseroan mempunyai daya saing tinggi serta dapat menyesuaikan pada perkembangan yang disebabkan oleh epidemi Covid-19. Situasi sekarang ini tuntut perbankan untuk selalu menguatkan modal, tingkatkan rasio usaha, serta membuat infrastruktur tehnologi yang oke.

Kharim menjelaskan jumlah saham baru yang akan diedarkan dalam rights issue step ke-2 ini sebanyaknya 3 miliar unit saham. Tetapi, detil info tentang waktu penerapan, rasio saham, harga penerapan, serta sasaran pencapaian dana masih menanti pengakuan efisien dari regulator.

Tindakan korporasi itu membuat formasi pemegang saham bank yang awalnya namanya Bank Artos itu beralih. Bankir senior Jerry Ng lewat PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia menggenggam saham Bank Jago sebesar 37,65%. Lantas ada pelaku bisnis Patrick Walujo lewat Wealth Trek Technology Limited menggenggam sebesar 13,35%. Sedang publik mempunyai bagian pemilikan di saham ini sebesar 49%.

Selesai lakukan tambahan modal step pertama, beberapa dananya dipakai untuk menguatkan modal pokok bank. Berarti, Bank Jago sukses naik kelas dari Bank Umum Pekerjaan Usaha (BUKU) 1 ke BUKU 2.

Bank Jago tengah berubah menjadi bank berbasiskan tehnologi serta akan mengeluarkan aplikasi service perbankan digital. Perusahaan akan bekerjasama dengan aktor ekosistem digital, termasuk juga perusahaan rintisan atau startup.

Karena itu, Bank Jago tidak tutup peluang untuk kerja sama juga dengan startup besar seperti Go-Jek. Hal itu menjawab berita lama, di mana bank yang awalnya namanya Bank Artos ini, akan jadi banknya Go-Jek.

Disamping itu, perusahaan akan mengalirkan pembiayaan berbasiskan kerja sama dengan mengarah ekosistem fintech serta suplai chain. Fragmen yang dibidik ialah, fragmen menengah serta mass pasar, di mana beberapa adalah aktor usaha mikro, kecil, serta menengah (UMKM).

By Kaitlyn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!